MEDIA SOSIAL
Postingan kali ini akan membahas sesuatu hal yang sangat erat kaitannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Di jaman now, siapa sih yang gak punya akun media sosial? Kebanyakan dari kita mempunyai lebih dari satu media sosial entah itu instagram, facebook, twitter, path, dll.
Media sosial adalah suatu kumpulan situs berbasis internet yang memungkinkan terjadinya sebuah interaksi antar penggunanya, atau pertukaran informasi dalam suatu kelompok, komunitas, ataupun perorangan.
SEJARAH MEDIA SOSIAL DI DUNIA
-1978, awal penemuan sistem buletin, sebuah sistem yang memungkinkan orang-orang untuk berkomunikasi dengan orang lain menggunakan surat elektronik dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem
-1995, lahirlah Geo Cities. Sebuah web yang menyediakan layanan untuk penyewaan data-data website agar halaman web tsb bisa diakses darimana saja. Lahirnya geocities juga menjadi tonggak kelahiran website-website lain
-1997, lahirlah six degree
-1999, lahirlah Blogger. Sebuah situs untuk "mencurahkan" sesuatu atau apapun sesuai dengan isi hati si penulis atau pemiliknya
-2002, lahirlah friendster yang bisa dibilang menjadi sosial media pertama yang booming di dunia
-2003, lahirlah LinkedIn. Tak hanya untuk bersosial media, keberadaan LinkedIN juga bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan
-2003, lahirlah MySpace yang dijuluki sebagai media sosial yang user friendly
-2004, lahirlah Facebook, sebuah media sosial yang hingga saat ini masih mempunyai pegguna terbanyak.
-2006, lahirlah twitter
-2011, lahirlah Google+. Awalnya keberadaan Google+ ini hanya untuk rang-orang tertentu. Seiring berjalannya waktu, Google+ diluncurkan untuk umum
Di jaman sekarang sudah banyak medsos-medsos lain yang bertebaran seperti instagram, path, snapchat, dll.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI PLATFORM DARI MEDIA KONVENSIONAL
Pada masa sekarang media sosial menjadi
sangat popular dikalangan orang melek teknologi seperti pemuda dan remaja,
namun hal itu tidak semena-mena bahwa orang yang lanjut usiapun tidak
mengetahui, bahkan ada beberapa orang yang sudah mantang mau mengikuti
perkembangan jaman dan menyesuaikan dirinya seiring perkembangan waktu dan
merekapun ikut menggunakan layanan media sosial.
Media sosial menjadi bahan untuk mencari
kekayaan dengan cara masing-masing dan juga dengan cara yang kreatif sehingga
dapat menarik minat para pembeli. Nah sekarang ini media-media konvensional
atau lebih kita sering media yang masih menggunakan cara tradisional pun
perlahan mulai memanfaatkan media sosial menjadi platform mereka untuk menambah
pendapatan dan juga mempromosikan medianya yang konvesional sehingga banyak
orang yang tau setelah melihat media konvesional yang menggukan jasa media
sosial untuk mempromosikannya. Dengan cara begitu media konvensional tidak
beralih menjadi media yang seutuhnya modern namun meng-upgradenya menjadi dua
multifungsi, berbasis online dan offline. Nah dari ini kita bisa ambil media
konvensional yang menggunakan jasa media sosial yang luas. Contohnya adalah
gojek, grab dan perusahaan makan-makan dan masih banyak lagI. Nah bisa kita ambil kesimpulan bahwa
media konvensional dapat membuat platform kerjanya di media sosial juga.
1. Pada tahun 2010, CNN menyebutkan bahwa Indonesia kecanduan Facebook dan Twitter. Hal ini yang menyebabkan pengguna facebook dan twitter terbanyak di dunia ada di Indonesia.
2. Sejak Januari 2015, YouTube adalah platform dengan intensitas penggunaan terbanyak
3. 14% persen masyarakat Indonesia menggunakan handphone untuk mengakses sosial media
4. 3jam, 10 menit. Itulah waktu yang digunakan masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial menggunakan handphone.
5. 72 juta masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial
6. Media Sosial dapat digunakan untuk melihat karakter orang. Caranya? Melalui komentar, atau ketertarikan dia dalam mem-follow orang di media sosial
7. Media Sosial bisa menjadi sebuah "alat" yang digunakan untuk melakukan gerakan. Ex: koin untuk prita, dll.
BUDAYA PARTISIPATIF DALAM KETERLIBATAN MASYARAKAT
Salah satu manfaat positif media sosial adalah mampu bertindak sebagai "sarana" perubahan sosial. Bahwa media sosial digunakan kaum muda-mudi bukan hanya sebagai media untu ber-sosial tapi menyuarakan pendapat, memproduksi konten-konten kreatif, ataupun berekspresi terhadap suatu isu. Salah satu fenomena media sosial yang digunakan sebagai sarana perubahan sosial adalah ketika kasus Prita Mulyasari yang viral beberapa tahun lalu. Masyarakat mendukung dan menunjukan simpati terhadap Prita yang dituduh memfitnah RS Omni di Jakarta. Melalui media sosial-lah gerakan mendukung Prita disuarakan.
PENYEDERHANAAN NARASI
Narasi yang disederhanakan dan dikemas dengan ringan dan diberi judul yang menarik bisa membuat berita tsb menjadi viral. Di media sosial, narasi perlu disederhanakan karena: media sosial sendiri mempunyai berbagai konten yang dalam waktu singkat bisa berganti topik. Maka diperlukan penyederhanaan dan pengemasan topik yang bisa membuat khalayak menyukai topik tsb. Kedua, karena konten yang ada di media sosial merupakan turunan dari media konvensional. Ketiga, akses media sosial tidak merata.
SOCIAL MEDIA: POST TRUTH ERA?
- Post truth era adalah suatu keadaa yang menggambarkan kepercayaan seseorang terhadap ilmu yang dimilikinya daripada fakta sesungguhnya ketika suatu isu terjadi.
- Di Indonesia sendiri kebanyakan dari kita menggunakan media sosial sebagai tempat untuk mencari informasi.
- Algoritma media sosial cenderung menampilkan hal-hal yang kita suka daripada yang tidak. Hal ini membuat yang cuek semakin cuek, yang dan yang bodoh semakin bodoh.
- Filter Bubble adalah suatu dampak buruk dari algoritma media sosial. Ketika kita ingin mencari suatu informasi, informasi yang akan muncul biasanya "bermula" dari pencarian kita sebelumnya.
- Riset menunjukan bahwa hampir 59% tidak meng-klik tautan berita


Komentar
Posting Komentar