Korporasi Media Massa di Indonesia
Haloo netizen yang terhormat! Kembali lagi bersama KommasKita untuk membahas sebuah fenomena yang mungkin udah gak asing lagi di pikiran kalian, yaitu Korporasi Media Massa di Indonesia. Seperti biasa, materi kali ini akan kami pecah menjadi tiga sub-topic. Ada definisi dari Korporasi Media (Konvergensi dan Konglomerasi), Melihat Korporasi Media Massa berdasarkan Ekonomi dan Politik, dan Studi Kasus Korporasi Media Massa.
Okelah kalo begitu, selamat menikmati materi dari kami!
KORPORASI MEDIA (Konvergensi dan Konglomerasi)
Korporasi Media merupakan suatu istilah yang merujuk pada suatu organisasi yang berperan menyampaikan suatu informasi berupa pesan publik kepada khalayak yang heterogen dengan menggunakan berbagai macam alat komunikasi massa, dan pastinya sebuah organisasi tsb sudah mempunyai izin hukum dan berdiri secara sah.
Nah, jika kita berbicara mengenai korporasi media, berarti kita juga berbicara tentang konvergensi dan konglomerasi. Apakah ketiga hal tsb sama? Tidak! Ketiga hal diatas bukan hal yang sama, namun masih banyak orang yang menganggap ketiga hal tsb merupakan hal yang relatif sama. Lalu apa dong bedanya korporasi media, konvergensi dan konglomerasi?
Konvergensi media adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena penggabungan berbagai channel dalam komunikasi massa (ex: koran, tv, media online). Konvergensi media berbicara mengenai peng-integrasian sebuah berita yang dikomando oleh satu satu redaksi yang sama. Kita ambil contoh, Redaksi Kompas yang menyebarkan berita melalui koran kompas, Kompas TV, dan kompas.com.
Sedangkan konglomerasi media merupakan suatu kepemilikan media yang dimiliki oleh perorangan atau sebuah organisasi. Istilah ini sering dinamakan "bisnis" media massa.
Untuk mempermudah memahami materi ini, kami menyiapkan contoh Redaksi Kompas. Yang menjadi "Korporasi Media" nya adalah Kompas Gramedia Group. "Konvergensi media" nya: Kompas TV, Kompas.com, koran kompas. "Konglomerasi Media": Jacob Oetama.
Melihat Korporasi Media Massa berdasarkan Ekonomi dan Politik
Pada jaman now ini, sangat terlihat bahwa isi atau konten media massa yang kita konsumsi sehari-hari ini ada sedikit unsur kepentingan dari konglomerat media massa. Bahkan ada juga beberapa media yang digunakan untuk politisasi dan ada juga yang menjadikan media sebagai industri dari keterbatasan pemasukan serta memperluas sumber daya yang dimiliki oleh pemilik media tsb.
Melihat dari fenomena yang berkembang di jaman now, munculah berbagai pemikiran teoritis yang berpendapat bahwa media berfungsi untuk "merekayasa kesadaran publik" dimana media lebih mementingkan aspek ekonomi dan politik, sehingga hak warga menjadi terpinggirkan.
Berkaca dari salah satu pemikiran teoritis diatas, media massa seharusnya mampu menjadi sebuah wadah sebaga tempat publik untuk berinteraksi secara bebas. Namun realitanya, adalah sebuah hal yang sulit jika masyarakat biasa mengatur media karena media hanya mampu bergerak cepat karena adanya modal dan lebih mengejar keuntungan daripada kepentingan publik.
Semakin banyak saluran media yang berada dalam satu komando kepemilikan, maka semakin efektif pula media tsb digunakan untuk kepentingan propaganda.
Studi Kasus Korporasi Media di Indonesia
Menurut kajian dari Remotivi (Pusat Kajian Media dan Informasi) dijelaskan bahwa
informasi politik dalam televisi sesuai dengan pergerakan politik dari pemilik stasiun TV.
Tapi, korporasi media tidak selalu bersifat negatif kok sama para penontonnya.
Dalam contoh sebenarnya, bila kita inget-inget saat pemilu tahun 2014, stasiun TV seperti
TV One dan RCTI memberikan berita yang positif untuk Prabowo dan untuk Jokowi
didukung oleh stasiun TV yang tidak kalah populer yaitu Metro TV. Masing-masing stasiun
TV memberitakan berita positif dari lawan calon sangat sedikit.
Secara garis besar, para pemilik stasiun TV mengarahkan tujuan politiknya sesuai dengan
jalan politik mereka. Oleh karena itu hal ini termasuk dalam salah satu dampak negatif
korporasi media dikarenakan kepemilikan media televisi RCTI, TV ONE dan Metro TV yang
terpusat membuat pemilik dari media tersebut memiliki kendali penuh atas penyampaian
informasi dari media yang akan disampaikan ke masyarakat.


Komentar
Posting Komentar