INTERNET

Halohai semua! Apa kabar?

Kembali lagi di KommasKita. Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas tentang internet. 

Iya internet. Siapa sih yang gaktau internet.
Internet itu makanan apa sih?

Internet itu Indomie Telor Kornet!!

Bukan internet yang ini via https://cookpad.com/id/resep/3272232-internet-indomie-telur-kornet

Tapi yang ini...

Yang ini Gan, Sist via http://bgr.com/2014/02/19/who-runs-the-internet-6-secret-companies/

Seperti biasa, bahasan kali ini akan kami pecah kedalam tiga sub-topik. Ada perkembangan internet, perkembangan internet di Indonesia, dan studi kasus internet.

Tanpa menunggu pagi datang, silahka menikmati materi dari kami!!!


SEJARAH DAN PERKEMBANGAN INTERNET

Internet adalah jaringan yang amat luas hingga tidak bisa dibatasi dengan territorial, hukum dan budaya. Secara fisik analogi dari internet merupakan WEB atau jarring laba laba. Yang menghubungkan dunia dengan titik titik. Titik titik ini dapat berupa berbagai perangkat yang dapat mengakses internet Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dpakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di internet. Menurut Lani Sidarta (1996) : “Walaupun secara fisik internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi, dapat dibayangkan sebagai sesuatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap”. Di dalam internet terdapat berbagai konten yang ada, sehingga konten konten tersebut dapat diibaratkan dunia nyata, terdapat bisnis, hiburan, olah raga, politik, dan lain sebagainya.

Internet lahir di AS pada tahun 1969 sebagai jaringan komputer yang diciptakan oleh Departemen Pertahanan AS melalui proyek ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Tujuan awal proyek ARPA adalah untuk keperluan militer. Departemen Pertahanan AS membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir serta menghindari terjadinya informasi terpusat, yang jika terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Semula ARPANET hanya menghubungkan empat situs, yaitu Stanford Research Institute, University of California, University of Santa Barbara, dan University of Utah mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969. Secara umum ARPANET diperkenalkan pada Oktober 1972 dan tak lama kemudian berkembang pesat di seluruh daerah serta semua universitas berminat untuk bergabung. Hal ini membuat ARPANET mengalami kesulitan untuk mengaturnya. Untuk itu, ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan nonmiliter. Gabungan kedua jaringan ini dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet. 

Tahun 1992 CERN dan MIT membentuk World Wide Web Consortium (W3C) sebagai otoritas tunggal bagi pengguna WEB serta berwenang menetapkan berbagai standar di dalamnya. Awal decade 90-an, WEB site (pusat informasi berbasis HTML di Internet) hanya berjumlah sekitar 50 buah URL (Uniform Resource Locator – system pengalamatan kios informasi di Internet) dan hanya berisi teks saja.

Pada abad ke 21, komputer menjadi media yang sangat konvensional di dunia, terlebih dengan teknologi lain yang ditanamkan di dalamnya yaitu jaringan internet. Jaringan internet adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia, sehinggga informasi berbagai jenis dan dalam berbagai bentuk dapat dikomunikasikan antar 6 belahan dunia secara instan dan global Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonimi, social, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan /industri maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainnya.  



SEJARAH DAN PERKEMBANGAN INTERNET DI INDONESIA

Pada tahun 1980-an jaringan komputer pertama yang masuk ke Indonesia melibatkan 5 Universitas yang saling terhubung, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan fasilitas dial-up yang disebut dengan UNInet. Jaringan ini akhirnya tidak berkembang karena terdapat masalah dalam kurangnya infrastruktur yang memadai.

Tahun 1986 – 1987
Berawal dari tulisan – tulisan awal yang datang dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Dengan hanya “modal” pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV), dan belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo (YC1DAV), berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) yang belajar bersama untuk mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Mereka-lah yang mulai mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir radio di seluruh dunia, agar email tersebut dapat tetap berjalan dengan lancar.

Tahun 1989 – 1990
Berawal dari mailing list pertama, yaitu indonesians@janus.berkeley.edu, diskusi – diskusi antar teman mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri. Pola dari mailing list ini terus berkembang, terutama di host server ITB dan egroups.co. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.

Pada awal 1990-an, komunikasi antara Onno W. Purbo (YC1DAV/VE3) yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan – rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie-talkie dengan band 2 meter, komunikasi antara Indonesia – Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio.

Tahun 1992 – 1994
Teknologi packet radio TCO/IP yang diadopsi oleh rekan – rekan BPPT, LAPAN, UI dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang menggunakan IP pertama dikenal dengan nama domain AMPR.org dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan gateway tersebut yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan OS DOS yang menjalankan program NOS sebagai gateway packet radio TCP/IP.

Tahun 1994 – 1995
Di tahun 1994-an, ISP komersial pertama IndoNet mulai beroperasi. Sambungan awal untuk Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet. Akses awal di IndoNet mulanya memakai mode teks dengan shell account, browser Lynx dan e-mail client pine pada server AIX. Mulailah pada 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain). ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps.

Tahun 1995 – Sekarang
Akhirnya, akses internet Indonesia terus berkembang dengan seiringnya waktu. Indonesia dapat dibilang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sampai sekarang ini. Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), lembaga yang dapat memperkirakan pengguna internet, pengguna internet di Indonesia sampai tahun 2014 mencapai sekitar 88,1 juta dan itu diperkirakan terus meningkat karena diiringi teknologi mobile yang semakin canggih dan juga terjangkau.


STUDI KASUS 

Data yan diterbitkan tahun 2015 menyatakan bahwa penggunaan IP-TIK dari berbagai aspek terus meningkat setiap tahunnya dari tahun 2012 sampai 2015. Hal ini sejalan dengan proses pemerataan infrastruktur dan sarana-pra sarana yang ada di Indonesia.

Komentar

Postingan Populer